Cara Konfigurasi PPPoE, VLAN, dan Hotspot pada MikroTik, Modem, dan Router Wireles

    Cara Konfigurasi PPPoE, VLAN, dan Hotspot pada MikroTik, Modem, dan Router Wireless


Pertama hubungkan seluruh perangkat sesuai topologi jaringan.

Router MikroTik:

  • ether1 dihubungkan ke sumber internet.
  • ether2 dihubungkan ke laptop untuk proses konfigurasi.
  • ether3 dihubungkan ke perangkat OLT.

Semua koneksi pada router menggunakan kabel LAN.

Splitter:

  • Splitter 1 menerima input dari OLT, kemudian output-nya dihubungkan ke Splitter 2.
  • Splitter 2 menerima input dari Splitter 1, lalu output dihubungkan ke modem (ONU). Splitter ini dipasang pada ODP.

Seluruh sambungan splitter menggunakan kabel fiber optik.

Router Wireless:
Hubungkan port LAN 2 pada modem ke port WAN (biru) pada router wireless menggunakan kabel LAN.

2. Login ke MikroTik melalui aplikasi WinBox.

3. Membuat Interface VLAN.

Masuk ke menu Interfaces → VLAN, kemudian pilih tab General. Buat VLAN sesuai kebutuhan jaringan. Pada contoh ini digunakan 3 VLAN dengan konfigurasi sebagai berikut:

VLAN 1

  • Name :-pppoe
  • VLAN ID : 10
  • Interface : ether3 (terhubung ke OLT)

VLAN 2

  • Name : vlan20-pppoe
  • VLAN ID : 20
  • Interface : ether3 (terhubung ke OLT)

VLAN 3

  • Name : vlan30-hotspot
  • VLAN ID : 30
  • Interface : ether3 (terhubung ke OLT)

1. Langkah pertama buka winbox mikrotik

 2. Membuat interface VLAN 10, VLAN 20, dan VLAN 30 untuk membagi jaringan menjadi beberapa segmen yang berbeda sehingga setiap layanan memiliki jalur sendiri. Pada konfigurasi ini, VLAN 10 digunakan untuk jaringan PPPoE, VLAN 20 digunakan untuk jaringan PPPoE, dan VLAN 30 digunakan untuk jaringan Hotspot. Dengan pembagian VLAN, pengelolaan jaringan menjadi lebih rapi, aman, dan trafik antar jaringan tidak saling bercampur.

Langkah-langkah:

  1. Buka menu Interfaces.
  2. Klik tombol +, lalu pilih VLAN.
  3. Isi Name sesuai kebutuhan, misalnya vlan10-pppoe, vlan20-pppoe, dan vlan30-hotspot.
  4. Isi VLAN ID masing-masing, yaitu 10, 20, dan 30.
  5. Pilih Interface ether3.
  6. Klik Apply, lalu OK.
  7. Ulangi langkah yang sama hingga seluruh VLAN berhasil dibuat.
  
3.  Mengambil alamat IP secara otomatis dari modem atau jaringan ISP pada interface WAN.

Langkah-langkah:
  1. Buka menu IP → DHCP Client.
  2. Klik +.
  3. Pilih Interface ether1.
  4. Centang Use Peer DNS dan Use Peer NTP.
  5. Pada Add Default Route, pilih Yes.
  6. Klik Apply, lalu OK.

4. Kemudian buka menu IP → Addresses.
  1. Klik tombol + untuk menambahkan IP Address.
  2. Masukkan alamat IP sesuai dengan interface yang akan digunakan.
  3. Pilih interface yang sesuai.
  4. Klik Apply, lalu OK.
  5. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh IP Address berhasil ditambahkan, yaitu:
    • 192.168.5.1/24 pada ether3.
    • 192.168.10.1/24 pada vlan10-pppoe.
    • 192.168.20.1/24 pada vlan20-pppoe.
    • 192.168.30.1/24 pada vlan30-hotspot.
    • 192.168.128.184/24 pada ether1 (IP yang diperoleh dari DHCP Client).

5. Kemudian Membuat layanan PPPoE agar client dapat terhubung menggunakan username dan password.
  1. Buka PPP → PPPoE Servers.
  2. Klik +.
  3. Pilih interface yang akan digunakan. 
  4. Tentukan profil autentikasi.
  5. Klik Apply, lalu OK.

6. Menentukan konfigurasi IP dan pembatasan bandwidth yang akan digunakan oleh user PPPoE.

Langkah-langkah:

  1. Buka PPP → Profiles.
  2. Klik +.
  3. Isi Name sesuai kebutuhan.
  4. Tentukan Local Address dan Remote Address.
  5. Atur Rate Limit bila diperlukan.
  6. Klik Apply, lalu OK.

7. Membuat akun login PPPoE agar pengguna dapat terhubung ke jaringan.

Langkah-langkah:

  1. Buka PPP → Secrets.
  2. Klik +.
  3. Isi Name dan Password.
  4. Pilih Service pppoe.
  5. Pilih Profile yang telah dibuat tadi. 
  6. Isi Local Address dan Remote Address.
  7. Klik Apply, lalu OK.

8. Kemudian ke IP > HOSPOT > Hospot Setup > ( + ) > Hospot Interfaces : vlan30 > next > DNS Servers : 8.8.8.8 > next > DNS Name : JOMBANG.net > next 



9. Mengaktifkan NAT (Masquerade) agar jaringan lokal dapat mengakses internet melalui satu alamat IP publik.
IP > Firewall > NAT > Action > Action : masquerade > OK 

10. Kemudian ke browser selanjutnya login ke Router NETVIBES. ( 192.168.1.1 ) 
Masukkan Account: superadmin 
Paswword : suportadmin 


11. Kemudian masuk ke menu network > 
Mode: PPPoE
Port Binding: Centang LAN1, LAN2, dan SSID1.
VLAN Mode: Tag
VLAN ID: 10
Username: MOJOKERTO
Password: 1234567890
Pilih Choose SSID: SSID1
SSID Name: MOJOKERTO
Authentication Type: WPA/WPA2-PSK

 
12. Membuat koneksi WAN dengan mode Bridge pada VLAN 20 agar layanan internet dapat diteruskan ke perangkat lain (router wireless).
  1. Login ke halaman konfigurasi modem melalui browser.
  2. Pilih menu Network → Broadband.
  3. Ubah Mode menjadi Bridge.
  4. Pada Connection Name, pilih Create WAN Connection.
  5. Pada Port Binding, centang LAN2.
  6. Pada Service List, pilih INTERNET.
  7. Ubah VLAN Mode menjadi Tag.
  8. Masukkan VLAN ID : 20.
  9. Klik Create untuk menyimpan konfigurasi.

13. Membuat jaringan Wi-Fi dengan nama JOMBANG agar dapat digunakan oleh pengguna hotspot.
  1. Masuk ke menu Network → WLAN.
  2. Pastikan WiFi Switch dalam keadaan Enable.
  3. Pada Choose SSID, pilih SSID3.
  4. Centang SSID Enable.
  5. Isi SSID Name dengan JOMBANG.
  6. Atur Authentication Type sesuai kebutuhan.
  7. Klik Submit untuk menyimpan pengaturan.

14. 
Membuat jaringan Wi-Fi dengan nama MOJOKERTO dan memberikan keamanan menggunakan password.
  1. Pada menu WLAN, pilih SSID1 pada bagian Choose SSID.
  2. Centang SSID Enable.
  3. Isi SSID Name dengan MOJOKERTO.
  4. Ubah Authentication Type menjadi WPA/WPA2-PSK.
  5. Masukkan password pada kolom WPA Pre-Shared Key (1234567890) 
  6. Klik Submit untuk menyimpan konfigurasi.

15. Selanjutnya setting wifi jombang 
  1. Masuk ke menu Network → WLAN pada halaman konfigurasi modem.
  2. Pastikan WiFi Switch dalam keadaan Enable agar fitur wireless aktif.
  3. Atur Mode menjadi Mixed (802.11b+802.11g+802.11n).
  4. Atur Band Width menjadi 20 MHz dan Channel menjadi Auto.
  5. Pada bagian Choose SSID, pilih SSID3.
  6. Centang SSID Enable untuk mengaktifkan SSID tersebut.
  7. Isi kolom SSID Name dengan nama JOMBANG.
  8. Pada Authentication Type, pilih Open System.
  9. Pastikan WEP Encryption dalam keadaan Disable.
  10. Setelah semua pengaturan selesai, klik Submit untuk menyimpan konfigurasi.  

16.
 Masuk ke halaman konfigurasi router wireless untuk melakukan pengaturan koneksi internet dan jaringan Wi-Fi.
  1. Hubungkan laptop ke jaringan Wi-Fi dari router wireless.
  2. Buka browser, lalu ketik alamat 192.168.0.1 pada kolom alamat.
  3. Tekan Enter hingga halaman login router muncul.
  4. Masukkan data login:
    • Username: admin123
    • Password: admin123
  5. Setelah berhasil login, akan masuk ke halaman utama konfigurasi router.

17. 
Menghubungkan router wireless ke MikroTik menggunakan layanan PPPoE agar router dapat menerima akses internet.
  1. Pilih menu Network → WAN.
  2. Pada bagian Connection Type, pilih PPPoE.
  3. Isi PPP Username sesuai akun PPPoE yang telah dibuat di MikroTik, misalnya SURABAYA.
  4. Isi PPP Password dengan password akun PPPoE yang sama.
  5. Masukkan kembali password pada kolom Confirm Password.
  6. Setelah semua data terisi dengan benar, klik Save untuk menyimpan pengaturan.

18. 
Memberikan nama pada jaringan Wi-Fi agar mudah dikenali oleh pengguna.
  1. Masuk ke menu Wireless → Basic Settings.
  2. Pastikan fitur Wireless dalam keadaan aktif (Enable).
  3. Pada kolom Wireless Network Name (SSID), masukkan nama Wi-Fi yang diinginkan,( SURABAYA. ) 
  4. Biarkan pengaturan lain tetap sesuai kebutuhan.
  5. Klik Save untuk menyimpan perubahan.

19. 
Menambahkan keamanan pada jaringan Wi-Fi agar hanya pengguna yang mengetahui password yang dapat terhubung.
  1. Buka menu Wireless → Wireless Security.
  2. Pilih jenis keamanan WPA/WPA2-Personal (Recommended).
  3. Pada kolom Wireless Password, masukkan password yang diinginkan ( 1234567890 ) > save 

20. Memastikan konfigurasi router wireless telah berhasil dan dapat digunakan untuk mengakses jaringan hotspot.
  1. Aktifkan Wi-Fi pada laptop atau smartphone.
  2. Cari nama Wi-Fi yang telah dibuat, misalnya SURABAYA.
  3. Hubungkan perangkat menggunakan password yang sudah dikonfigurasi.
  4. Setelah terhubung, buka browser.
  5. Jika muncul halaman login Hotspot MikroTik, berarti konfigurasi berhasil dilakukan.
  6. Masukkan username dan password hotspot, kemudian klik Connect untuk mulai menggunakan internet.


Comments

Popular posts from this blog

HOSPOT

Cara Konfigurasi 3 PPPoE dan 1 Hotspot pada MikroTik, Modem, dan Router Wireless

BASIC CONFIGURASI