BERIKUT ADALAH ALAT ALAT YANG DI GUNAKAN SAAT SPLICING
1. Fusion Splicer (SKYSHL SS428F) – Mesin penyambung serat optik.
2. Fiber Cleaver – Alat pemotong serat optik agar ujung potong rata.
3. Cable Jacket Stripper – Alat untuk mengupas jaket luar kabel fiber optik.
4. Tang pengupas kabel fiber optik model CFS-3 dengan tiga lubang
5. Protection Sleeve – Selongsong pelindung sambungan hasil splicing.
6. Drop Core – Kabel fiber optik yang menuju rumah pelanggan.
7. Patch Cord – Kabel fiber optik yang sudah memiliki konektor di kedua ujungnya (misalnya SC-SC atau SC-LC).
8. Loose Tube – Tabung pelindung yang berisi serat optik di dalam kabel outdoor.
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung serat optik (fiber optik) agar cahaya dapat melewati sambungan dengan rugi-rugi (loss) sekecil mungkin. Penyambungan ini dilakukan untuk memperpanjang kabel, memperbaiki kabel yang putus, atau menghubungkan dua kabel fiber optik pada instalasi jaringan.
SPLICING DROP CORE TO DROP CORE
1. Gunakan cable stripper untuk mengupas jaket luar kedua kabel hingga terlihat serat optiknya
2. Potong benang penguat yang ada di dalam kedua kabel menggunakan gunting agar tidak mengganggu proses penyambungan
3. Masukkan protection sleeve ke salah satu ujung kabel sebelum proses splicing dilakukan.
4. Kupas lapisan coating pada kedua serat menggunakan fiber stripper hingga tersisa serat kaca (bare fiber).
5. Gunakan fiber cleaver untuk memotong kedua ujung serat optik agar rata dan tegak lurus.
6. Pasang kedua serat optik pada holder fusion splicer sesuai posisi yang benar.
7. Tutup penutup fusion splicer. Mesin akan menyelaraskan inti (core) kedua serat secara otomatis.
8. Tekan tombol Start. Fusion splicer akan menyambungkan kedua serat menggunakan busur listrik (electric arc).
9. Pastikan nilai splice loss kecil (misalnya sekitar 0,9–0,012dB). Jika hasil kurang baik, ulangi proses dari tahap cleaving.
10. Geser protection sleeve hingga menutupi titik sambungan.
11. Masukkan sambungan ke heater pada fusion splicer hingga protection sleeve menyusut dan melindungi sambungan.
SPLICING PASKOR TO CORE
1. Kupas jaket luar kabel fiber optik menggunakan cable stripper hingga terlihat serat optiknya.
2. Kupas jaket luar kabel loose tube menggunakan cable stripper hingga terlihat loose tube dan benang penguat kabel.
3. Kupas loose tube secara perlahan hingga terlihat beberapa serat dengan warna yang berbeda-beda.
4. Pilih satu warna serat loose tube yang akan digunakan sesuai jalur yang ditentukan, misalnya warna hijau.
5. Jika terdapat gel pelindung pada serat, bersihkan menggunakan tisu dan alkohol isopropil hingga bersih.
6. Kupas lapisan coating pada ujung serat optik dan serat berwarna pada kabel loose tube menggunakan fiber stripper hingga terlihat serat kaca (bare fiber) sepanjang kurang lebih 3–4 cm.
7. Potong salah satu ujung serat optik dan kabel loose tube menggunakan fiber cleaver agar permukaan potong rata dan tegak lurus.
8. Masukkan protection sleeve ke serat optik sebelum proses penyambungan dilakukan.
9. Letakkan serat dari drop core di sisi kiri dan serat berwarna dari loose tube di sisi kanan pada holder fusion splicer.
10. Tutup penutup fusion splicer, kemudian tekan Start. Mesin akan menyelaraskan inti (core) kedua serat dan menyambungkannya menggunakan busur listrik (electric arc).
11. Pastikan nilai splice loss kecil. Jika hasil kurang baik, ulangi proses mulai dari tahap cleaving.
12. Geser protection sleeve ke titik sambungan, kemudian panaskan menggunakan heater pada fusion splicer hingga menyusut dan melindungi sambungan.
SPLICING CORE TO CORE
1. Kupas jaket luar kabel menggunakan cable stripper hingga terlihat loose tube dan benang penguat kabel.
2. Potong benang penguat pada kedua kabel menggunakan gunting agar tidak mengganggu proses penyambungan.
3. Kupas loose tube pada kabel hingga terlihat serat optik dengan berbagai warna.
4. Pilih dua warna serat optik pada kabel sesuai jalur yang akan disambungkan, hijau ke oranye
5. Bersihkan gel yang menempel pada kedua serat menggunakan tisu bebas serat yang telah diberi alkohol isopropil hingga bersih.
6. Masukkan protection sleeve ke salah satu serat sebelum proses penyambungan.
7. Kupas lapisan coating pada kedua serat menggunakan fiber stripper hingga tersisa serat kaca (bare fiber).
8. Potong kedua ujung serat menggunakan fiber cleaver agar permukaan potong rata dan tegak lurus.
9. Letakkan kedua serat loose tube yang telah dipilih pada holder fusion splicer dengan posisi yang benar.
10. Tutup penutup fusion splicer, kemudian tekan tombol Start. Mesin akan menyelaraskan inti (core) kedua serat dan menyambungkannya menggunakan busur listrik (electric arc).
11. Pastikan nilai splice loss kecil. Jika hasil kurang baik, ulangi proses mulai dari tahap cleaving.
12. Geser protection sleeve ke titik sambungan, kemudian panaskan menggunakan heater pada fusion splicer hingga sleeve menyusut dan melindungi sambungan.
SPLICING DROP CORE TO PASKOR
1. Kupas jaket luar kabel drop core menggunakan stripper hingga serat terlihat.
2. Kupas coating (250 µm) pada serat optik hingga menyisakan serat kaca.
3. Siapkan patchcord dengan mengupas pelindung seratnya hingga serat optik terlihat.
4. Pasang sleeve protector pada salah satu serat sebelum proses penyambungan.
5.Potong ujung kedua serat menggunakan fiber cleaver agar hasil potong rata dan tegak lurus.
6.Letakkan serat patchcord dan serat drop core pada dudukan fusion splicer sesuai posisinya.Tutup penutup fusion splicer, lalu jalankan proses fusion splice hingga kedua serat menyatu.Periksa hasil penyambungan. Jika nilai loss masih sesuai standar (umumnya ≤ 0,03 dB), lanjut ke tahap berikutnya.
7.Masukkan sleeve ke dalam heater fusion splicer dan panaskan hingga sleeve menyusut sempurna.
Comments
Post a Comment